Jatuh cinta pada VW ( Volkswagen )
Label: VW ( Volkswagen ) | author: blackeaglemerzy
Menikmati berisiknya suara mesin tanpa pendingin air atau radiator dan hanya mengandalkan pada kipas (blower) serta oil cooler itu.
Gara-gara nihil penggunaan radiator, bobot mesin mobil ini relatif ringan. Termasuk produksi di atas tahun 1960an, dengan desain blower lebih besar serta oil cooler eksternal (doghouse) yang juga diadopsi di mobil sport Porsche.
Desain mesin jenis ini memang bukan buat kerja relatif berat. Karena waktu dibikin oleh Ferdinand Porsche pertama kalinya pada 1937 lalu, Volkswagen yang berarti “mobil rakyat” didesain sesuai spesifikasi yang merakyat.
Ciri-ciri khusus itu pesanan dikator Jerman kala itu, Adolf Hitler. Mampu mengangkut lima orang penumpang, konsumsi bahan bakar efisien dengan perbandingan 33 mil untuk setiap galon bensin, kecepatan jelajah hingga 62 mil per jam, dan harga yang ditetapkan (saat itu) “hanya” 1.000 Mark Jerman.
Karena didesain di Eropa, yang punya empat musim berbeda dan nyaris tak ada panas menyengat hingga ubun-ubun dalam waktu relatif panjang, mesin Volkswagen menjadi relatif rentan di daerah tropis. Emak saya sering bercerita, kalau di masa mudanya dulu dia sering melihat atau mendengar cerita mesin Volkswagen jenis Beetle maupun Volkswagen tipe 2 yang populer dengan sebutan VW Kombi sering terbakar bagian mesinnya.
Rata-rata pengendaranya tak juga paham kalau mesin mobil yang dikendarainya tengah mengepulkan asap pekat. Soalnya posisi mesin mobil-mobil itu ada di belakang.
Mesin yang jumlah komponennya relatif lebih sedikit dibandingkan mobil-mobil lain dengan sistem pembakaran dalam (internal combustion) itu sesungguhnya relatif lebih murah dan mudah dalam aspek perawatannya. Belum lagi bicara soal konsumsi bahan bakarnya yang relatif efisien untuk ukuran mobil seumuran itu.
jenis Beetle, atau disebut juga tipe 1 Käfer dalam Bahasa Jerman. Mulai Beetle yang diproduksi pabrik di
Beetle yang beratap keras (hard top) ataupun yang cabriolet (beratap lunak yang bisa dibuka tutup) saat Volkswagen bersama perusahaan bernama Karmann membuatnya.
Juga ada model Karmann Ghia yang diproduksi oleh perusahaan joint venture Karmann Ghia mulai 1949.
Ada Volkswagen tipe 2 yang kerap dipanggil VW Kombi atau Micro Bus atau disebut juga sebagai Transporter. Hadir pula tipe 181 “Kurierwagen” atau yang populer dipanggil sebagai VW Safari.
Kata salah seorang penggila Volkswagen, selama berpuluh tahun sudah banyak jenis Volkswagen diakrabinya. Mulai jenis Golf, yang jadi Volkswagen paling laris manis sepanjang sejarah penjualannya, berbagai jenis Beetle, sebelum hatinya jatuh pada Volkswagen Micro Bus produksi tahun 1974 bekas bantuan Pemerintah Australia.
Sekarang mobil itu jadi kebanggannya. Tetapi anggapan banyak orang soal relatif sulitnya mesin Volkswagen beradaptasi di
Katanya, justru mesin-mesin keluaran Volkswagen yang adalah buah perkawinan rekayasa teknologi pesawat terbang dan sepeda motor merupakan buah teknologi sederhana nan andal. Namun, katanya, ketelatenan jadi aspek penting buat melakukan perawatan.
“Ah, tetapi ya gampang saja. Mau copot-copot platina juga kelihatan,” sebutnya.
Soal keamanan berkendara, para penggila Volkswagen tadi mengamini serentak. Desain bodi yang kokoh, seperti menandakan jika mobil itu memang diperuntukkan seumur hidup.
Tetapi tiba-tiba air muka para penggila Volkswagen tadi berubah begitu saya singgung soal Volkswagen New Beetle. Generasi terbaru Beetle yang mulai diperkenalkan sejak 1998 lalu itu memang bukan lagi mobil rakyat seperti visi awal Volkswagen dibuat.
Harganya di pasaran memang relatif mahal. Kira-kira bermain di sekitar angka setengah miliar rupiah jika dikonversikan dalam mata uang rupiah.
Jadi, Volkswagen Beetle yang terakhir kali diproduksi pada pabriknya di Meksiko pada 2003 lalu memang hanya tinggal kenangan. Kenangan rakyat akan sebuah mobil rakyat.

















0 komentar:
Poskan Komentar